• Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
  • 0411556449 WA 081141700766
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Pengumuman
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Portal PPID
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Perjanjian Kinerja
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
    • Indeks Kepuasan Masyarakat
  • Publikasi
    • Galeri Media
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Warta
    • Leaflet / Brosur
    • jurnal
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
102 dilihat       22 April 2026

Kementan Uji B50 untuk Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan

Rilis Kementan, 18 April 2026
Nomor: B-287/HM.160/7/04/2026

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel serta pengujiannya pada alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini merupakan bagian dari strategi mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Teknologi ini dirancang untuk mengolah berbagai bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengembangan biofuel merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden,” ujar Mentan Amran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan pemanfaatan biodiesel, termasuk melalui program B50, menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Sejalan dengan itu, Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bioenergi merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi inovasi pertanian.

“Kami mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel yang mampu menghasilkan bahan bakar secara efisien dengan kualitas stabil. Dengan demikian, biodiesel dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk operasional alsintan,” ujarnya.

Sebagai implementasi di lapangan, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah melakukan uji kinerja alsintan berbahan bakar B50 bekerja sama dengan LEMIGAS pada awal April lalu.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menjelaskan bahwa pengujian ini bertujuan memastikan kesiapan teknis penggunaan biodiesel dalam kondisi operasional nyata.

“Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi performa alsintan, mulai dari keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga stabilitas operasional di lapangan. Hasilnya akan menjadi dasar pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif,” jelasnya.

Pengujian dilakukan pada berbagai jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta pompa air. Selain itu, dilakukan pula uji cold-startability untuk memastikan mesin tetap dapat beroperasi setelah periode penyimpanan tertentu.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan lapangan, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, efisiensi kerja, serta performa operasional telah memenuhi standar nasional (SNI).

Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel B50 berpotensi diterapkan secara luas pada alsintan tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional.

Melalui pengembangan teknologi bioreaktor biodiesel dan pengujian implementatif di lapangan, Kementan terus mendorong integrasi inovasi bioenergi dengan mekanisasi pertanian. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat fondasi pertanian modern yang berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan program B50 nasional.

Prev Next

- BRMP Sulsel


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Optimalkan Sawah Toraja Utara, BRMP Sulsel Rakor LTT dan Tanam Perdana PM-AAS
    24 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    BRMP Sulsel Gelar Bimtek Teknologi OPT untuk Petani Kentang Malino
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Akselerasi Swasembada Pangan, BRMP Sulsel Gelar Rakor LTT dan PM-AAS di Tana Toraja
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Program ICARE Gelar Sekolah Lapang Penerapan Pertanian Modern di Enrekang
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Rakor Perluasan PM-AAS Sulsel Perkuat Sinergi Menuju Target 91.120 Hektare Pertanian Modern
    21 Jul 2026 - By BRMP Sulsel

tags

agromodern brmpkementan

Akreditasi Sertifikasi :

Kontak

0411556449 WA 081141700766

[email protected]

Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
Kel. Pai, Kec. Biringkanaya
Makassar - Sulawesi Selatan
Indonesia 90242

https://sulsel.brmp.pertanian.go.id

WA 081141700766

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan. All Right Reserved